Aroma Rasa Chapter 1

Aroma Rasa Chapter #1

AROMA RASA

2/5/20262 min read

Bagaimana jika satu teguk kopi dapat membawamu kembali kepada seseorang yang sudah tidak bisa kamu temui lagi?

Arga tidak pernah percaya pada keajaiban. atau kebetulan.

Baginya, hidup hanyalah rangkaian kehilangan yang harus diterima perlahan-lahan. datang dan pergi. Lalu waktu terus berjalan tanpa peduli seberapa keras seseorang ingin bertahan di masa lalu. Sampai suatu malam, dia mencium aroma kopi yang sangat familiar.

Aroma itu muncul ketika hujan turun di luar Villa nya

Bukan aroma kopi mahal dari kafe-kafe modern. Bukan pula kopi dengan campuran karamel atau vanila. hanya minuman botol yang ia beli di coffee shop tempat ia singgah sore tadi, aroma kopi susu sederhana. Tapi, entah kenapa aroma yang dulu selalu meliputi rumahnya setiap subuh. Aroma yang dibuat oleh ibu.

Tangan Arga berhenti di atas keyboard. Dadanya terasa sesak.

Sudah lima tahun sejak ibunya meninggal. Lima tahun sejak terakhir kali ia mendengar seseorang mampir dengan nama kecil yang hanya diketahui keluarganya.

Namun malam itu, aroma tersebut terasa begitu nyata. Seolah-olah waktu melipat dirinya dalam labirin ingatan yang begitu nyata, Seolah jarak antara masa kini dan masa lalu hanya setipis uap yang mengepul dari botol dingin yang ia genggam

Aroma dibalik tutup botol itu membagkitkan lamunannya. Dan benar saja, saat ia meneguknya, dunia berubah.

...

Ia kembali berusia 16 tahun.

berlari memasuki rumah, mecampakkan tas di tempat tidur dan mencari sesuatu di kulkas Setiap sepulang sekolah ia selalu meneguk sisa kopi susu ayahnya, Dan di sana Ibunya sedang memasak

Masih muda. Masih hidup. Tersenyum.

Arga eliminasi. Ia tahu ini tidak mungkin. Tetapi air mata tetap mengalir sebelum ia sempat menahannya.

“Kenapa menangis?” tanya ibunya sambil tertawa kecil. “Pulang-pulang sudah sedih begitu.”

~Arga ingin memeluknya. Ingin berteriak. Ingin mengatakan bahwa beberapa tahun lagi wanita itu akan pergi dan meninggalkan lubang besar dalam hidupnya. Tetapi tidak ada satu kata pun yang keluar. Karena untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun...

Ia merasa pulang.

Tok.

Tok.

Tok.

Arga tersadar', Pintu villanya terdengar ketukan

jam dinding kayu menunjukkan pukul 21-15 wib.

Suara ombak dari kemunculannya terdengar samar, bercampur dengan angin malam yang hangat namun sedikit lembap. Lampu kamar villa yang temaram membuat ruangan terasa lebih sunyi dari biasanya.

"Siapa?"

Arga menghabiskan kopi itu hingga tetes terakhir.

Karena penasaran, ia membukanya.

Di depan pintu berdiri seorang perempuan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Rambutnya agak basah karena hujan.

Tangannya memegang kantong penuh makanan dan botol kopi susu yang sama seperti yang Arga beli di salah satu coffee shop yang ia datangi tadi sore.

Whatsapp : +62 858-3075-3692

© 2025. All rights reserved.

Cup of Journey

Sabang, Aceh, Indonesia

Since 2022